BPTI (Balai Pengembangan Talenta Indonesia) didirikan berdasarkan peraturan Menteri, yaitu Permendikbudristek Nomor 27/2021. BPTI berperan membantu Pusat Prestasi Nasional melaksanakan tugas pengembangan prestasi talenta peserta didik. Tugas ini merupakan bagian dari amanat pelaksanaan program-program yang mendukung implementasi kebijakan Manajemen Talenta Nasional (MTN) yang dikoordinasikan Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional).

Tugas pengembangan prestasi talenta peserta didik dijabarkan dalam berbagai fungsi utama berikut.

  • pemetaan talenta peserta didik
  • asesmen talenta peserta didik
  • pelatihan pengembangan talenta peserta didik
  • pelatihan pengembangan kapasitas pemandu talenta
  • pengelolaan data dan informasi talenta peserta didik
  • pelaksanaan kemitraan pengembangan talenta peserta didik

Perlu dibedakan antara prestasi talenta, yang ditangani BPTI dan Puspresnas, dengan prestasi akademik, yang ditangani Direktorat Jenderal PDM (Pendidikan Dasar dan Menengah), Pendidikan Tinggi, dan unit terkait lainnya. Yang dimaksud prestasi talenta adalah prestasi yang berdasarkan pada minat dan bakat peserta didik. Sedangkan prestasi akademik berdasar pada kemampuan dan hasil belajar di sekolah/perguruan tinggi yang menggunakan sistem kurikulum satuan pendidikan.

Dalam peraturan pemerintah PP No. 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, terutama pada pasal 14, disebutkan bahwa perlu pembinaan berkelanjutan kepada peserta didik yang memiliki potensi cerdas/bakat istimewa untuk mencapai prestasi puncak di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/atau olah raga. Untuk menjaring peserta didik yang memiliki potensi cerdas/bakat istimewa, diperlukan program menemukenali minat dan bakat, atau melakukan identifikasi potensi talenta pada setiap peserta didik. Program ini penting karena pengembangan (pelatihan) talenta yang efektif hanya akan berhasil apabila didasarkan pada potensi talenta (minat-bakat) setiap anak. Kemudian setelah dilakukan pengembangan/pelatihan yang sesuai, peserta didik perlu diberikan wahana untuk uji kemampuan melalui ajang talenta, agar diketahui seberapa jauh prestasi talentanya dapat dicapai. Ketiga fase proses itu dikemas dalam program BPTI dalam tiga layanan utama:

  • Layanan Asesmen Talenta
  • Layanan Pelatihan Talenta
  • Layanan Ajang Talenta

Ketiga layanan itu dilaksanakan dalam kerangka pembinaan berkelanjutan bagi peserta didik agar dapat mencapai prestasi talenta setinggi-tingginya. Produk dari BPTI, berupa anak-anak berprestasi, selanjutnya diberikan kesempatan untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan yang programnya berada di Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional). Pengakuan dan penghargaan itu diberikan untuk menunjang karir belajar dan karir profesional mereka. Salah satu bentuk penghargaan ialah pemberian beasiswa melanjutkan studi ke pendidikan tinggi, baik dalam negeri maupun luar negeri. Program beasiswa ini telah dilaksanakan di Puspresnas sejak tahun 2021 dengan nama BIM (Beasiswa Indonesia Maju), yang didukung oleh Puslapdik (Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan), dan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Bentuk-bentuk penghargaan lainnya ialah fasilitasi pelatihan lanjut, magang, dll.

Dalam kerangka kebijakan MTN, peserta didik berprestasi yang dihasilkan dari program BPTI dan Puspresnas akan menjadi bibit talenta unggul yang akan diakuisi oleh program MTN. Dengan program MTN, mereka akan dikembangkan lebih lanjut untuk mengisi kebutuhan SDM unggul pada bidang Riset dan Inovasi; Seni dan Budaya; dan Olah Raga.

Pelaksanaan program MTN memerlukan dukungan ekosistem yang kondusif, pada berbagai aspek penunjang program, seperti regulasi, sarana/prasarana, dana, dan kesempatan beraktualisasi. Komponen ekosistem dapat berasal dari lingkungan pemerintah, BUMN, dunia usaha dan industri swasta, lembaga filantropi, sanggar belajar/pelatihan, dan lain-lain. Diperlukan sinergi dan kolaborasi antar komponen dalam ekosistem agar MTN dapat menjadi gerakan nasional yang bersifat masif dan sistemik di seluruh wilayah tanah air.

Dalam konteks kepentingan mendapatkan bibit-bibit unggul talenta Indonesia, maka peran BPTI/Puspresnas menjadi sangat diandalkan terutama dalam membantu suksesnya implementasi kebijakan MTN. BPTI sebagai lembaga baru bentukan Puspresnas, yang baru beroperasi tahun 2022, diharapkan dapat memperkuat program-program pengembangan prestasi talenta peserta didik. Sumber pembibitan tentu saja adalah satuan pendidikan, oleh karenanya penguatan terhadap program ketalentaan (minat-bakat) pada satuan pendidikan juga terus diperbaiki/ditingkatkan. Kolaborasi BPTI dan Puspresnas dalam hal ini adalah berbagi program dalam rangka penguatan tersebut, dimana Puspresnas menyelenggarakan program BOS (Bantuan Operasional Sekolah) Kinerja Prestasi, sementara BPTI menyelenggarakan layanan-layanan yang membantu satuan pendidikan meningkatkan prestasi peserta didiknya, mulai dari pemenuhan kebutuhan asesmen talenta, pelatihan talenta, pelatihan pemandu talenta, hingga penyediaan wadah aktualisasi peserta didik berupa penyelenggaraan ajang talenta di berbagai bidang.